Dalam al-Wafi diriwayatkan bahwa Imam Shadiq berkata:
“Setiap kali seorang hamba mengerjakan sholat, niscaya rahmat Allah akan turun kepadanya dari langit sampai ke bumi, sementara para malaikat akan mengitarinya, satu malaikat berkata: ‘Apabila orang yang bersembahyang ini mengetahui betapa banyaknya kebaikan, rahmat, berkah serta pahala dalam sholat, niscaya tidak akan pernah meninggalkannya (yakni akan selalu mengerjakan sholat).’”

Imam Shadiq berkata:
“Satu sholat wajib lebih afdhal dari seribu haji dan umrah yang diterima oleh Allah padahal satu haji di sisi Allah lebih afdhal dari dunia yang dipenuhi oleh emas dan perak lalu dikeluarkan di jalan Allah.”

Begitu besarnya keutamaan serta kemuliaan sholat sehingga syaitan sebisa mungkin tidak akan membiarkan manusia untuk mengerjakannya dengan khusyuk. Seperti, apa saja yang hilang darinya, akan ia temukan dalam sholat, apa saja yang ia lupakan akan ia ingat dalam sholat, semuanya ada dalam sholat dan semua khayalannya terjelma dalam sholat sehingga segala urusan duniawi akan tertata rapi dalam sholat.

Sufyan ats Tsauri, seorang ahli fiqih periode awal Islam, pernah berkata:
“Sesungguhnya tidak sah sholat yang tidak dilakukan secara khusyu’ dan harus disertai kesadaran hati”.

Diriwayatkan bahwa Al Hasan pernah berkata:
“Sholat yang dilaksanakan tanpa disertai kesadaran hati, akan mendekatkan kita pada siksaan”.

Dikatakan Mu’adz bin Jabal:
“Barang siapa sampai mengenal orang yang disisi kanan dan kirinya, sementara ia tengah sholat, maka tiada nilai sholat baginya”.

Syeikh Abdul Jalil Mustaqim memberikan solusi kekhusyu’an dengan tetap membunyikan Allah… Allah… dalam hati bagi seluruh bacaan dan gerak-gerik hati sholat kita hingga salam.

Rasulullah saw pernah bersabda:
“Seseorang yang melaksanakan sholat, tetapi mungkin pahala atau kebaikan yang diperolehnya hanya 1/6 atau 1/10 sholatnya. Manusia hanya memperoleh kebaikan pada bagian-bagian yang dilakukannya dengan kesadaran hati”.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:
“Ketika seorang hamba menghadap kiblat lalu mengerjakan shalat dengan niat yang tulus karena Allah dan mengucap Takbir, niscaya ia akan terbebas dari dosa sebagaimana anak yang baru terlahir ke dunia.
Apabila membaca Fatihah dan surat maka seakan-akan ia telah melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Apabila ia rukuk dan bertasbih kepada Allah, seakan-akan ia telah bersedekah emas seberat badannya, dan seakan-akan ia telah membaca seluruh Al-Qur’an.
Apabila ia mengucapkan ‘Sami Allahu liman hamidah’ niscaya Allah akan melimpahkan rahmat-Nya kepada orang tersebut.
Apabila ia bersujud dan bertasbih kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan kepadanya pahala para Nabi.
Apabila ia membaca tasyahhud, niscaya Allah akan memberinya pahala orang-orang yang bersabar.
Ketika ia mengucapkan salam dan selesai mengerjakan sholatnya niscaya Allah akan membukakan untuknya pintu-pintu surga, dan ia akan memasuki pintu-pintu tersebut tanpa dihisab terlebih dahulu.”

Maka sangatlah merugi kepada orang-orang tidak khusyu’ dalam sholatnya, apalagi yang meninggalkan sholat wajibnya yg 5 waktu. Genapkan kekurangan pahala tidak khusyu’nya sholat dg mengerjakan sholat-sholat tambahan (sunnah) seperti sholat rawatib, dhuha dan sholat lail atau tahajud.

2 Responses to “1 Sholat Wajib lebih baik dari 1000x menunaikan ibadah Haji?”

  1. nukie Says:

    Assalamu’alaikum, Wr, Wb.Mas…

    apakah Imam Shadiq ini adalah Imam Ja’far Shadiq Ra??

    khusyu’ itu menurut aku ketrampilan, seperti ketrampilan yang lain (trampil masak misal-nya) kalo lebih trampil ya diusahakan latihan masak-nya bukan cuma pas waktu makan (pagi, siang, malam), krn bukankah beda trampil-nya tukang masak yang latihan masak cuma untuk mempersiapkan makanan pagi, siang, malam dengan trampil-nya tukang masak yang tiap waktu dia latihan masak (artinya setiap waktu -kecuali tidur, mandi, dsb- dia mempersiapkan makanan baru)??

    jadi menurutku, kalo mau trampil khusyu’ ya selain latihan di sholat2 wajib+sholat2 sunnah juga diusahakan setiap waktu juga hati menyebutkan Allah…Allah… (dzikrullah) dalam hati bagi setiap bacaan (segala yang terucap) dan gerak-gerik kita (segala yang kita kerjakan).
    (kalau boleh aku metafsirkan sedikit dari fatwa Syeikh Abdul Jalil Mustaqim diatas)

    jadi (lagi), kehidupan ini sesungguhnya bisa kita manfaatkan untuk latihan2 dzikrullah (ingat/menyebut Allah dalam hati) dan khusyu’ bisa menjadi ketrampilan yang Allah ridho’i… Aamiin.

    Salam buat mbak nora ya..
    Wassalamu’alikum
    manusia3d.blogspot.com

  2. aDiNG Says:

    thanks dik Nuk dg komennya. mungkin problemnya begini.. karna kebanyakan muslim sudah sangat terbiasa “trampil” sholat sejak kecil tidak khusyuk, jadinya sampai dewasa mengalami kesulitan untuk bagaimana sholat yg khusyuk dan yg benar itu. sayangnya para guru agama Islam dan ulama tidak pernah memberikan tips-nya bagaimana cara agar khusyuk dalam sholat, atau jangan2 mereka sendiri sholatnya juga belum bisa khusyuk? Berikut ini ada tips dari seorang alim.. “tekuklah ujung lidah hingga menyentuh langit2 mulutmu sepanjang sholat, Insya Allah kamu bisa khusyuk”


Leave a Reply