Siapakah Iblis

13 May 2008

Adam yang jasadnya dicipta dari tanah yang berasal dari tujuh lapis bumi, diproses di surga abadi sekaligus ruh-nya ditiupkan pula di surga abadi. Setelah dibentuk menjadi manusia, maka para malaikat diperintah sujud dan dilaksanakan perintah itu. Sedangkan Iblis pada waktu itu ada bersama-sama dengan para malaikat yang sedang sujud, tapi Iblis enggan melaksanakan perintah Allah dengan mengemukakan alasan :
“Aku lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedang Adam Engkau ciptakandari tanah”. “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”. (QS. Al A’raaf: 12, QS. Bani Israil: 61).

Siapakah Iblis ciptaan Allah ini, kok membangkang perintah-Nya sekaligus penyebab diusirNya Adam dari surga. Iblis menyombongkan diri yang membuat Allah murka dan mengutuknya.

Sekian ribu tahun atau sekian juta tahun sebelum Adam dicipta, hamparan bumi ini telah dihuni oleh makhluk golongan jin dan malaikat. Pada suatu saat terjadi penyerangan oleh para malaikat dan menghukum golongan jin yang mengadakan kerusakan di hamparan bumi. Saat itu Iblis yang mempunyai sayap empat masih kanak-kanak dan namanya sudah dikenal dengan sebutan Azazil (yang dimuliakan). Ia pun ikut ditawan oleh para malaikat. Dalam tawanan itu ia diajari beribadah tentang kebersihan dan kesucian, tak lupa pula diajak berbincang-bincang oleh para malaikat sehingga dirinya merasa bagian dari mereka.

Azazil adalah golongan jin yang paling taat beribadah kepada Allah. Ia beribadah kepada Allah selama seribu tahun sehingga Allah mengangkatnya ke langit dunia (langit pertama). Disitu ia bernama Abid. Setelah beribadah selama seribu tahun di langit pertama, maka Allah mengangkatnya ke langit ke-dua. Disini ia bernama Az-Zahid. Di langit ketiga ia bernama Al-Arif, dan beribadah selama seribu tahun, begitu seterusnya. Di langit ke-empat ia bernama Al-Wali, di langit ke-lima bernama At-Taqiy, di langit ke-enam bernama Al-Khazin dan di langit ke-tujuh bernama Azazil. Di dalam Lauhul Mahfudz ia bernama Iblis, sampai-sampai Allah mengangkatnya ke derajat yang paling tinggi di sisi-Nya dan memberi gelar Al-Muqorrobun (orang yang didekatkan).

Azazil juga pernah dinobatkan sebagai pemimpin para malaikat yang berkedudukan di langit. Gelar-gelar itu disandangnya sampai Allah menciptakan manusia generasi baru.

Iblis membangkang perintah Allah. Ia sombong karena merasa bagian dari para malaikat yang dinilai lebih tinggi derajatnya dari manusia. Allah berfirman: “Turunlah engkau dari surga itu, sebab kamu tak patut menyombongkan diri didalamnya, maka keluarlah, karena sesungguhnya kamu termasuk golongan yang hina”. (QS. Al A’raaf : 13).

Iblis bersedia masuk neraka asal permintaannya dikabulkan oleh Allah SWT yakni dipanjangkan umurnya sampai hari kiamat dan diperbolehkan menggoda Adam dan anak cucunya. Allah mengabulkan permintaan Iblis dan berpesan pada Adam: “Syaitan adalah musuhmu yang nyata, jangan tertipu oleh bujuk rayunya agar engkau tidak termasuk ke dalam neraka bersamanya”.

Iblis berkata: “karena Engkau telah menghukum aku sesat, maka aku akan benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang lurus”. (QS. Al A’raaf: 16).

Cara Iblis merayu Adam dan Hawa untuk memenuhi ambisinya menggoda Adam dan anak cucunya seperti diucapkan pada ayat diatas dilakukan dalam waktu yang tepat, yakni ketika Adam menerima amanat dari Allah, sehingga pikirannya terfokus pada amanat itu. Dan Adam lupa pesan Allah agar jangan sampai tergoda oleh Iblis sebagai musuhnya yang nyata.

Bunyi amanat yang diterima oleh Adam: “Wahai Adam!, Sesungguhnya Aku telah menawarkan Amanat kepada langit dan bumi, namun mereka tidak mampu. Apakah engkau sanggup memikul dengan segala akibatnya?, jawab Adam: “apa yang saya dapatkan daripadanya?”, Allah menerangkan: “Jika engkau sanggup memikulnya akan diberi pahala, sebaliknya bila engkau sia-siakan, engkau akan disiksa”, jawab Adam: “Baiklah, saya pasti dapat memikulnya dengan segala akibatnya”. Maka tidak seberapa lama (sekitar antara sholat Subuh dan Ashar) Adam berada di surga, terjadilah peristiwa dengan syaitan sehingga Adam dikeluarkan dari surga”. (HQR.Abus Syaikh yang bersumber dari Ibnu Abbar ra.).

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit dan bumi dan gunung-gunung, maka semua itu enggan memikulnya dan khawatir akan mengkhianati. Dan manusialah yang sanggup memikulnya, sungguh manusia itu zalim dan bodoh”. (Al Ahzab: 72).

Di bawah ini terdapat ayat-ayat yang menggambarkan bujuk rayu Iblis yang bertindak sebagai syaitan. Yang menjadi pertanyaan: “Benarkah kalimat bujuk rayu itu karangan Iblis yang kata-katanya diatur sedemikian rupa sehingga Adam terpesona dan tertipu?”.

“Kemudian syaitan merayunya sambil berkata: “hai Adam!, maukah kamu aku tunjukkan kepada pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan rubuh?”, maka keduanya memakan pohon itu, tiba-tiba tampaklah aurat mereka, lalu mulailah mereka menutupi dengan daun-daun yang ada dalam surga. Dan durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesatlah ia”. Kemudia Tuhan memilihnya dan diterimalah taubatnya”. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga, sebagian kamu akan menjadi musuh bagi yang lain. Apabila datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka siapa yang mengikutinya ia tidak akan sesat dan tidak pula akan celaka”. (QS. Thaha: 120-123)

“Lalu syaitan merayu keduanya agar membuka auratnya yang tertutup serta ia berkata: “Tuhan melarang untuk menghampiri pohon ini agar kamu jangan menjadi malaikat atau supaya kamu jangan tetap tinggal di surga ini”. Dan ia bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya aku akan memberi nasihat yang jujur kepada kamu berdua”, maka syaitan menipu keduanya, setelah keduanya merasakan rasa pohon itu, kelihatanlah oleh keduanya aurat mereka dan langsung keduanya menutupnya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka berseru: “Apakah Aku tidak melarang kamu dari mendekati pohon itu dan Aku katakan bahwa syaitan adalah musuh kamu yang nyata?”, keduanya lalu berkata: “hai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan sekiranya Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, tentulah kami termasuk orang-orang yang merugi”. Allah berfirman: “Turunlah kamu, sebagian dari kamu akan memusuhi sebagian yang lain, dan bagimu dimuka bumi tempat tinggal dan kesenangan untuk sementara waktu”. Allah berfirman: “di bumi itulah kamu hidup, dan di bumi itulah kamu akan mati dan dari bumi itu pula kamu akan dibangkitkan”. (QS. Al A’raaf: 20-25).

Di atas disebutkan: “Allah mengenakan Adam pakaian dari kuku yang setiap harinya pakaian itu bertambah baik dan indah”. Ketika Adam berbuat dosa, Allah mengganti kuku tersebut dengan kulit dan tinggallah kuku itu diujung jari-jari, dan bila kita melihat kuku-kuku di ujung jari-jari kita maka kita akan mengingat awal kejadiannya.

Rasulullah SAW bersabda: “Ketika Adam mengakui kesalahannya, ia bermohon: “ya Tuhanku!, hamba mohon kepada-Mu demi Muhammad ampunilah aku”. Allah berfirman: “hai Adam bagaimana engkau mengetahui tentang Muhammad padahal Aku belum menjadikannya”. Jawaban Adam: “ya Tuhanku! Sesungguhnya ketika Engkau ciptakan aku, aku mengangkat kepala kemudian terlihat di tiang Arsy yang berbunyi: “Laa Ilaaha Ilallaah Muhammad Rasulullaah”. (HR. Baihaqi).

Iblis, anak-anaknya, syaitan dan tugas-tugasnya, bisa dibaca di posting sebelumnya [ klik disini ]

Leave a Reply