Dalam al-Wafi diriwayatkan bahwa Imam Shadiq berkata:
“Setiap kali seorang hamba mengerjakan sholat, niscaya rahmat Allah akan turun kepadanya dari langit sampai ke bumi, sementara para malaikat akan mengitarinya, satu malaikat berkata: ‘Apabila orang yang bersembahyang ini mengetahui betapa banyaknya kebaikan, rahmat, berkah serta pahala dalam sholat, niscaya tidak akan pernah meninggalkannya (yakni akan selalu mengerjakan sholat).’”

Imam Shadiq berkata: Read the rest of this entry »

  • katanya kita ini termasuk orang-orang yang bertaqwa
  • beli rokok mampu, tapi beli kambing qurban nggak mampu
  • rokok a-mild sebungkus harganya skitar 6500-an
  • 3 hari sekali beli rokok sebungkus Read the rest of this entry »

Ramadhan 1428 Hijriah

30 November 2007

28 Agustus 2007
bertepatan dg 15 Sya’ban 1428 H = bulan purnama & bertepatan dg gerhana bulan sekitar jam 7pm

11 September 2007
bertepatan dg 29 Sya’ban 1428 H
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS. 36, Yaasiin: 39)
Dan Nabi saw bersabda, yang artinya:
Kami adalah umat yang ummi, tidak menulis dan tidak menghitung. Bulan itu adalah begini, begini dan begini.”
beliau menggenggam ibu jarinya pada ketiga kalinya (10 + 10 + 9 = 29) dan mengatakan:
Bulan itu begini, begini, dan begini” serta mengisyaratkan dengan seluruh jemarinya (10 + 10 + 10 = 30)
Sehingga dalam tahun Hijriah: …Rajab = 30 hari, Sya’ban = 29 Hari, Ramadhan = 30 hari, Syawal = 29 hari, dst (1 tahun Hijriah = 354 hari)

12 September 2007
bertepatan dg 1 Ramadhan 1428 H = tarawih pertama start 1am

26 September 2007
bertepatan dg 15 Ramadhan 1428 H = bulan purnama

9 October 2007
bertepatan dg 28 Ramadhan 1428 H
selepas Ashar, matahari (sinarnya) meredup, awan halus tersebar di langit, angin bertiup lembut
selepas Maghrib, udara tidak gerah dan tidak dingin seperti kemarin-kemarin
selepas Isya’, langit cerah dihiasi bintang-bintang berkedipan

10 October 2007
bertepatan dg 29 Ramadhan 1428 H
(sekitar) 1:40am suasana dan udara di sekitar terasa sangat “berbeda”
burung2 malam ber-”cuit-cuit” bersahutan lebih intens dari biasanya
pagi hingga sore harinya, matahari bersinar sama terangnya seperti kemarin2 tetapi “dingin” tidak menyengat dan udaranya juga tidak gerah

11 October 2007
bertepatan dg 30 Ramadhan 1428 H
tarawih terakhir. air mata merembes, muncul rasa sedih Ramadhan 1428 H akan berakhir
Sabda Nabi saw: “Sesungguhnya Lailatul Qodar itu jatuh pada 10 hari akhir di bulan Ramadhan
menerangkan “10 hari” akhir.. yg berarti ada 10 hari pertengahan dan 10 hari pertama (= 30 hari).
10 hari pertama itu rahmat, 10 hari pertengahan adalah pengampunan dari Allah, dan 10 hari terakhir itu adalah peluang untuk kita membebaskan diri dari neraka

12 October 2007
bertepatan dg 1 Syawal 1428 H
bersama anak dan istri, berangkat untuk sholat Ied. karena pemerintah menetapkan baru besok (Sabtu, 13 Oct 2007) ber-lebaran, maka kami mencari masjid “Muhammadiyah” terdekat.

Taqabbalallahu minna wa minkum
(semoga Allah menerima amalku dan amalmu)

Taqabbalallahu ya Karim
(semoga Allah Yang Maha Mulia menerimanya)

Shiyamana wa shiyamakum
(puasaku dan puasamu)

Kullu ‘amin wa antum bi khoir
(semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan)

Semoga kita..
Minal ‘aidin wal-faizin
(termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan termasuk orang-orang yang mendapatkan kemenangan)

saya lebih percaya bahwa matahari tidak mengelilingi bumi. pun juga sebaliknya, bumi tidak mengeliling matahari. hakikinya matahari terbit (lahir/muncul) dari timur dan terbenam (tenggelam) di barat.

Nabi SAW bersabda: “Sungguh Allah telah memperlihatkan bumi kepadaku, lalu aku melihat timur dan baratnya” (HR. Muslim)

QS. Al Kahfi: 86 “hingga ia (Zulkarnain) sampai ke tempat terbenamnya matahari, lalu ia melihat matahari terbenam ke dalam mata air lumpur yang hitam. Disana ia bertemu dengan satu umat (yang masih primitif). Kami ilhamkan: “hai Zulkarnaen! kamu boleh menyiksa mereka atau engkau boleh berbuat baik kepada mereka

QS. Al Kahfi: 90 “Akhirnya ia sampai di tempat terbitnya matahari, dilihatnya matahari menerangi suatu kaum yang belum berpakaian

Tanda kiamat: “Sesungguhnya tanda yang pertama ialah terbitnya matahari dari barat atau binatang Daabah, yang satu dibelakang yang lain, kemudian Nabi menerangkan: yang demikian itu, bahwa tiap matahari terbenam, ia sujud di bawah Arsy, kemudian minta izin untuk terbit, lalu tidak diizinkan hingga bila Allah menghendaki terbit dari barat. Maka ketika ia sujud di bawah Arsy lalu minta izin untuk terbit, tidak diizinkan, kemudian minta izin lagi, juga tidak diizinkan, sehingga ia merasa umpama diizinkan sudah tidak akan sampai ke ujung timur (tempat terbitnya) lalu ia berkata: Ya tuhan alangkah jauhku dari manusia. Dan ketika pada malam hari ia kembali minta izin, lalu diperintah: Terbitlah dari tempatmu.” (HR. Abu Laits dg sanad dari Abu Zar’ah dari Amr mendengar cerita dari Marwah tentang tanda-tanda kiamat).

Dari Abu Dzar ra. berkata: “Nabi SAW berkata kepadaku ketika matahari terbenam: Tahukah kamu, kemanakah matahari itu pergi?. Saya menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: Sesungguhnya matahari itu pergi sambil sujud di bawah Arsy, lalu ia minta izin dan diberi izin dan dikatakan kepadanya: Kembalilah ke tempat kamu datang kepada-Ku. Lalu ia terbit dari tempat terbenamnya (barat).

Allah Maha Kaya dan Maha Pencipta. bukan hal yang sulit bagi Allah menciptakan matahari dalam jumlah banyak (telah diukur-Nya) dengan bentuk dan rupa yang sama persis dengan sebelum-sebelumnya dan terbit/lahir dari timur lalu terbenam di barat setiap harinya.

QS. An-Naml: 12 “Dan Dia menyerahkan kepadamu malam dan siang, matahari dan bulan
QS. Anbiyaa: 33 “Dialah yang menciptakan siang dan malam serta matahari dan bulan
QS. Yaasin: 40 “Matahari tidak mungkin menyusul bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang dan masing-masing berjalan pada garisnya

datangnya siang bukan karena terbitnya matahari dan datangnya malam bukan karena ditinggalkan matahari. malam dan siang dicipta sebelum bumi dicipta-Nya. secara logika, karena bumi adalah tempat terbit-terbenamnya matahari, maka tentu bumi-Nya harus ada dulu (sama halnya Nabi Adam as dicipta dari unsur-unsur tanah bumi, yang tentu buminya harus ada dulu baru kemudian proses selanjutnya Allah menciptakan Nabi Adam as). Setelah itu matahari dimasukkan-Nya ke dalam siang dan bulan ke dalam malam.

QS. An Naazi’at: 29-30 “Dijadikan-Nya malam gelap gulita dan siang terang benderang dan sesudah itu Dia hamparkan bumi.

semasa SD sd SMA dulu, saya percaya saja dg apa yg dikatakan oleh buku-buku pelajaran dan para guru bahwa bumi ini bulat dan berputar pada porosnya. tetapi setelah mencari-cari keterangan itu di Qur’an dan hadist, koq nggak ada yang menyebutkan demikian? siapa yang keliru? terus terang saya tidak berani berdalih terhadap Qur’an dan hadist. berulang-ulang Allah mengatakan dengan ayat-ayat-Nya dalam Al-Qur’an bahwa bumi ini dihamparkan (seperti halnya karpet yang dihamparkan) dan tidak bergerak (tidak berputar pada porosnya).

QS. An Naba’: 6-7 “Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan (bukan bulatan) dan gunung-gunung sebagai pakunya (agar tidak bergerak)

Imam Ghazali berkata: “Seandainya bumi ini bergetar dan bergerak, maka semua manusia tidak akan dapat mengerjakan pekerjaan dengan teliti, baik yang menyangkut tumbuh-tumbuhan maupun industri. Perhatikan hal itu pada gempa-gempa yang seringkali menimpa manusia dan memberikan perasaan takut bagi mereka agar bertaqwa kepada Allah

QS. Ath Thalaq: 12 “Sesungguhnya Allah telah menciptakan tujuh langit dan bumi seperti itu pula.

Sewaktu Abdullah bin Salam bertanya kepada Nabi SAW: “Dengan apa bumi ini bisa tenang?“, jawab Nabi SAW: “dengan beberapa gunung“, pertanyaan berikutnya: “dengan apa gunung-gunung itu dikokohkan?“, jawab Nabi SAW: “Dengan gunung Qaaf yang dibuat dari Zamrud hijau dan birunya langit“, setelah itu ditanya lagi “berapa jarak tinginya dari bumi ke langit dunia?“, jawab Nabi SAW: “500 tahun perjalanan“. Pertanyaan selanjutnya tentang jarak perjalanan kiri dan kanannya dari titik tengah?, jawab Nabi SAW: “200 tahun perjalanan” dan ketika ditanyakan tentang penghuni bumi yang berlapis tujuh itu. Nabi SAW menyebutkan: “penghuni lapisan ke tujuh adalah para malaikat, penghuni lapisan ke enam adalah Iblis beserta bala tentaranya, penghuni lapisan ke lima adalah setan, penghuni lapisan ke empat adalah ular, penghuni lapisan ke tiga adalah kalajengking, penghuni lapisan ke dua adalah jin dan penghuni lapisan pertama adalah manusia“. “dan di bumi terdapat bagian-bagian yang mendampingi” (QS. Ar Ra’du: 4) “di belakang gunung Qaaf ada 70 bumi dari misik (kasturi), 70 bumi dari emas, 70 bumi dari perak, 70 bumi dari besi, 70 bumi dari Anbar, 70 bumi dari kapur. di belakangnya semua terdapat alam malaikat. tidak ada satu manusia pun yang mengetahui jumlah para malaikat ini kecuali Allah, dan mereka bertasbih dengan kalimat LAA ILAHA ILALLAAH MUHAMMAD RASULULLAH“.

hikmah yang dapat diambil dari tanya-jawab antara Nabi SAW dengan Abdullah bin Salam -seorang yahudi- telah masuk Islam berkat keterangan yang dijelaskan oleh Nabi SAW. Nabi SAW bersabda: “titik tengah bumi adalah Ka’bah“.

bumi seluruhnya adalah bumi yang berlapis tujuh ditambah 70 pendamping ditambah gunung-gunung sebagai pakunya ditambah lagi gunung Qaaf sebagai pengikatnya ditambah 500 bukit yang dibuat dari air yang dibekukan sebagai daya tahan terhadap bumi-bumi agar tidak terbakar oleh dahsyatnya api neraka yang berada di bumi lapis paling bawah. tiap satu lapis bumi ketebalannya berjarak 500 tahun perjalanan yang berpijak pada punggung angin (kita semua tau betapa kuatnya daya tahan angin. truk kontainer yang beban badannya saja sedemikian beratnya, ditambah lagi beban muatan peti kemas yang sekian jumlahnya itupun berpijak pada angin yang hanya di dalam beberapa buah ban saja).

tentu kita tau semua teori Copernicus yang menyatakan “bumi bundar, ia adalah planet yang berukuran sedang yang berputar pada porosnya selama 24 jam per hari, sekaligus berputar mengelilingi matahari per tahun 365 hari pada sekali putar

sudah siapkah dan sudah beranikah bertanggung-jawab kepada Allah atas mana yang kita imani, teori Copernicus atau Qur’an dan hadist?

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya

benarkah tanda hitam di dahi adalah bekas sujud yg berarti orang tersebut ahli ibadah atau banyak melakukan sujud atau sholat sunnah?

saya ada seorang teman yg tidak pernah melewatkan sholat rawatib dan setiap dini hari sekitar jam 1 selalu bangun untuk tahajud, pun dahi-nya tidak ada bekas hitam?

sehingga timbul pertanyaan berikutnya, teman saya yg ibadahnya sudah sedemikian rupa tidak ada tanda hitam di dahinya, lantas sujud yg seperti apakah sehingga menyebabkan dahi seseorang ada bekas hitam? apakah ‘sajadah’-nya murahan sehingga permukaannya yg tidak halus dan tidak tebal itu menggores dahinya? atau sewaktu sujud dahi dia tekan dengan sekuat tenaga selama beberapa menit?

pernah seorang guru mengatakan “jagalah dirimu dari riya’. seberapa banyak kamu beribadah tidak ada perlunya kamu tunjukkan kepada orang lain, karena ibadah adalah urusan antara kamu dengan Allah.”

kalaulah bekas hitam di dahi itu dibuat-buat atau dengan sengaja dibuat berkesan hitam karena bekas / hasil dari banyak bersujud, maka celakalah orang tersebut :

Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya.” (QS. Al-Maun: 1-3)

bekas sujud bukan untuk urusan di dunia ini. bekas sujud adalah substansi cahaya tersendiri yg akan menjadi tanda / ciri di akherat nanti.

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil.” (QS. Muhammad: 29)

Jika Allah ingin memberikan rahmat kepada ahli neraka, maka Dia memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan mereka yang menyembah Allah. Lalu malaikat mengeluarkan mereka. Mereka dikenali karena ada bekas sujud pada wajahnya. Dan Allah mengharamkan neraka untuk memakan tanda bekas sujud sehingga mereka keluar dari neraka. Seluruh anak Adam bisa dimakan api neraka, kecuali bekas sujud.” (HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda, “‘Tidak ada seorang pun dari umatku kecuali aku mengenalnya pada hari kiamat kelak.’ Para shahabat bertanya, ‘Ya Rasulallah, bagaimana anda mengenali mereka di tengah banyaknya makhluk?’ Beliau menjawab, ‘Tidakkah kamu lihat, jika di antara sekumpulan kuda yang berwarna hitam terdapat seekor kuda yang berwarna putih di dahi dan kakinya? Bukankah kamu dapat mengenalinya?’ ‘Ya’, jawab shahabat. ‘Sesungguhnya pada hari itu umatku memancarkan cahaya putih dari wajahnya bekas sujud dan bekas air wudhu’.” (HR Ahmad dan Tirmizy)